Memahami Dampak Pola Asuh Permisif untuk Anak

pola asuh permisif

Bagi yang akan segera memiliki anak pasti sudah tahu harus berbagai macam pola asuh yang ada. Salah satunya pada pola asuh permisif yang banyak diterapkan sebagian besar orang tua. Permisif merupakan pola asuh yang menerapkan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup untuk si anak. Sehingga anak memiliki kendali penuh atas keputusan dalam hidupnya.

Pola asuh permisif sendiri memang banyak diterapkan sebab seperti sudah biasa bagi orang tua dalam menerapkan hal tersebut. Padahal tanpa bimbingan dari orang tua anak-anak akan mudah membuat keputusan yang belum tentu baik dalam hidupnya. Pola asuh permisif mampu membuat anak bekerja lebih keras dalam mengambil keputusan dari anak lainnya sehingga anak akan mudah stres dan depresi.

Pola asuh menjadi hal yang paling penting bagi orang tua untuk mengantar anak menuju kehidupan yang lebih baik. Anak-anak membutuhkan pendamping orang tua agar tidak salah arah. Pola asuh yang tepat mampu menjadikan anak lebih baik dalam menjalani hidup. Jika pola asuh yang diterapkan tidak sesuai untuk anak akan menimbulkan dampak yang lebih buruk bagi anak.

Dampak Negatif Pola Asuh Permisif Pada Anak

Setiap pola asuh akan memiliki dampak tersendiri bagi kehidupan anak. Salah satunya pada pola asuh permisif yang banyak diterapkan oleh sebagian besar orang tua di Indonesia. Pola asuh permisif memiliki dampak negative bagi anak, antara lain adalah:

  1. Manja

Dampak pola asuh permisif pada anak akan mengakibatkan anak kurang mampu mengendalikan diri. Kemudian dapat menimbulkan anak mudah berubah moodnya, terlalu egois dan manja. Dampak negative ini memang cukup mempengaruhi kehidupan anak di masa depan.

  1. Minim tanggung jawab

Dampak negative lainnya yang ditimbulkan oleh pola asuh permisif adalah minimnya tanggung jawab anak. Karena anak sudah terbiasa mengambil keputusan sendiri, akhirnya menyebabkan rasa kurang bertanggung jawab atas keputusannya sangat besar. Sebab sejak kecil anak sudah dibebaskan dalam bertindak.

  1. Kurang empati

Kasih sayang yang berlimpah sejak kecil dapat membentuk pribadi anak menjadi egois dan kurang empati terhadap sesame. Sebab pola asuh permisif mengedepankan keinginan anak, jadi anak minim penolakan dari orang tua yang membuat anak jadi kurang empati.

  1. Mudah memberontak

Karena sejak kecil sudah diterapkan pola asuh permisif maka memberikan anak kebebasan tanpa batas pada setiap keinginannya. Ini yang akan menyebabkan anak mudah memberontak jika keinginannya tidak terpenuhi. Tentu ini merupakan dampak buruk atau negative bagi kehidupan social anak.

  1. Tidak mengenal takut

Pola asuh permisif membuat anak menjadi punya kendali penuh atas dirinya sendiri sejak kecil. Kemudian anak dituntut dewasa sebelum waktunya karena harus mengambil keputusan-keputusannya sendiri. Ini kemudian membentuk anak menjadi pribadi yang penuh bahaya dan tidak mengenal rasa takut, bahkan pada orang yang lebih tua.

 

Artikel terkait : vitabumin