Mengatasi Anak Suka Memukul dan Solusi yang Tepat

anak suka memukul

Beberapa penelitian membuktikan bahwa pada umumnya anak usia 2 tahun akan memasuki fase perilaku agresif seperti anak suka memukul. Ini disebabkan oleh terbatasnya kosa kata anak yang membuat si kecil kesulitan dalam menyampaikan. Ekspresi anak-anak memang berbeda-beda tiap anaknya. Sikap dan sifat anak yang masih sering berubah-ubah akan membuat anak semakin menunjukkan ekpsresinya secara non verbal.

Kebiasaan anak suka memukul terjadi karena pendampingan orang tua yang kurang begitu peka terhadapa perubahan anak. Mendampingi anak tumbuh kembang dengan pola asuh yang tepat akan dapat menjadikan anak-anak lebih teratur dalam menyampaikan ekspresinya. Berbagai macam pola asuh yang baik dapat diterapkan dalam mendidik anak. Pola asuh akan menentukan perkembangan sikap dan sifat anak setiap harinya.

Pemicu anak suka memukul memang bisa dari beberapa faktor. Salah satu penyebab anak gemar memukul karena anak kurang mampu mengekspresikan perasaan dan kosa katanya yang terbatas. Faktor lain yang menyebabkan anak gemar memukul adalah pertahanan diri anak terganggu, anak merasa tidak nyaman dan anak bingung dalam menyalurkan energinya.

Tips Mengatasi Anak Suka Memukul

Mengajarkan anak berperilaku baik memang membutuhkan kesabaran ekstra. Berikut tips dalam mengatasi anak suka memukul:

  • Komunikasi yang baik pada anak dapat memberikan pengertian yang lebih mudah diterima oleh anak. Pendekatan verbal pada umumnya selalu berhasil untuk mengatasi anak yang suka memukul. Pastikan orang tua juga mampu menjadi pendengar yang baik bagi anak. Karena ketika anak didengarkan dengan baik, dia akan menyampaikan kesulitan apa saja yang dia hadapi dan akhirnya orang tua dapat menemukan titik cerah dalam hal ini.

 

  • Memberikan contoh seperti lebih banyak memeluk anak juga dapat meredakan anak suka memukul. Karena anak merasa dikasihi sehingga alam bawah sadarnya akan merekam dan kemudian menirunya dengan baik. Intinya adalah orang tua wajib mencontohkan perilaku yang baik terus menerus agar anak berhenti memukul.

 

  • Meluangkan waktu yang banyak untuk anak agar anak tidak mencari perhatian dengan cara memukul. Kadang anak suka memukul diakibatkan anak kurang perhatian kemudian bingung dalam mengekspresikan dirinya untuk mendapatkan perhatian dan akhirnya dia memukul untuk mendapatkan perhatian. Lebih baik orang tua meluangkan waktu bermain dengan anak lebih banyak.

 

  • Menghindari membalas perbuatan anak dengan kekerasan juga langkah yang tepat. Ketika anak memukul temannya dan kemudian Anda menghukumnya dengan membalas memukul atau mencubit anak di depan banyak orang adalah tindakan yang salah. Ini akan menimbulkan gangguan kejiwaan anak. Lebih baik hindari membalas perbuatan anak dengan kekerasan.

 

  • Doktrin anak dengan kalimat bahwa “dipukul itu sakit”. Ketika Bunda menghadapi anak suka memukul dengan tindakan tegas, hindari membalas pukulan anak. Lebih baik mendoktrin anak dengan ucapan yang tegas seperti yang disebutkan di atas. Cepat atau lambat anak akan menyadari perbuatannya tidak baik jika Bunda terus mengingatkan anak setiap hari. Komunikasi yang baik dan tegas akan menciptakan anak-anak yang lebih pengertian dan mengasihi sesama.

 

Topik terkait : vitabumin